BERBAGI ILMU TIDAK ADA SALAHNYA By JZ 10 SHO (H.OJRING)

A. MATCHINGKAN PESAWAT VIA DUMMY LOAD

Mengapa kita matchingkan radio,karena dalam radio frekuensi perlu sekali macthingkan transmiter untuk mendapatkan hasil maksimal. Pertama pasangkan swr atau hubungkan dengan kabel jumper dari out boster ke input SWR kemudian out SWR dipasang Dummy load sebagai tiruan beban antena yang 50 ohm.

Kemudian nyalakan trasmiter radio dan lihat hasil pembacaan di SWR jika tidak mendapatkan nilai 1:1 lakukan setting ulang trimer diboster atau exciter sampai mendapatkan nilai 1:1,jika sudah lanjut ke tahap kedua.

B. MATCHINGKAN/NGEDIP KABEL ANTENA

Fungsi utama kabel sebagai penyalur energi radio dari transmiter ke beban (antenna), sudah seharusnya yang harusnya panjangnya (dalam meter) tidak boleh mengganggu swr. Harusnya yang terpengaruh hanya  losses saja, yang kita maksud swr tidak terpengaruh adalah panjang kabel tidak akan mengubah swr beban secara langsung dengan kata lain, panjang pendeknya kabel tidak akan membuat antenna jelek jadi bagus, tanpa bagus mungkin tapi hanya tampaknya saja.

Setelah kita matchingkan transmiter radio lanjut melakukan matchingkan kabel untuk mendapatkan hasil yang baik dan performa sinyal radio. Ada 2 cara dalam melakukan dip kabel antena.

Mengapa kita harus ngeDip kabel?. Kabel coax pada prakteknya perlu di Dip agar impedansi kabel yang 50 ohm itu tidak akan resonasi pada frekuensi yang kita butuhkan,karena impedansi berhubungan erat dengan frekuensi.sebagai pendekatannya kabel akan dipotong karena impedansi yang -pas terletak diujung tempat mengenai titik simpul suatu gelombang. Hasilnya setiap ujung kabel akan sama impedansinya dan tentunya jika antenna impedansinya sama hasilnya akan macthing . dengan demikian Pertama, pasangkan kabel antena ke out transmiter radio fm kemudian out kabel antena masuk ke input swr dan out swr dibebankan domyload 50ohm. Mengapa kita memakai dummy load 50ohm, mungkin teman-teman banyak yang bertanya termasuk saya sendiri awalnya penasaran kok tidak pakai impedansi 300 ohm atau 75 ohm. mengapa memilih impedansi 50ohm tidak 300ohm atau 75 ohm karena kita memakai sistem kabel impedansi 50 ohm tentunya karena kabel jenis ini banyak variannya, losis kabel juga rendah dan juga kuat watt besar jika dibandingkan dengan kabel impedansi 75 ohm atau 300 ohm. Jika kita memakai 75 ohm bisa saja dipakai akan tetapi kabelnya harus diganti 75 ohm demikian juga dummy load harus 75 ohm, dan yang paling penting antena harus 75 ohm.

Dalam matchingkan kabel antena kita memakai rumusnya 300 : frekuensi = hasil x velonity kabel = hasil akhir

½ lamda elektriknya = Hasil akhir : 2 = hasil

Contoh : Kita sedang bekerja di VHF pada 143.460 MHz.

Coax kita memiliki Velocity factor 0.8 maka 1 lambda = 206.896 cm.

300 : 143 = 209.790 x 0.8 = 167.8321cm.

½ lambda electricnya = 167.8321 : 2 = 83.91 cm.

Jadi kelipatan ½ lamda frekunsi 143.460 Mhz adalah 83.91cm

Berarti 83,91cm-167,82cm-251,73cm  s/d 1090,83 cm dan seterusnya setiap

kelipatan ½ lamda. Setelah mendapatkan ukuran sesuai, mendekati kabel yang kita

punya maka potonglah kabel tersebut,untuk mendapatkan swr serendah mungkin.

C. MEMATCHINGKAN ANTENA

Tahap akhir matchingkan antena. Berhubung banyak sekali jenis-jenis dan bentuk antena dengan berbagai experimen brikers. Kita pilih antena yang umum yaitu antena Cungit atau istilah kerennya antena Hygain, untuk memodifnya memakai rumus sebagai berikut ini.

Pertama, 300 : frekuensi = hasil x 5/8 x 0.95 = hasil (meter). Untuk mengetahui ukuran iner atas.

Kedua, 300 : frekuensi = hasil x 0.95 x 0.75 = hasil (meter). Untuk mengetahui ukuran ground bawah

Ketiga, 300 : frekuensi = hasil x 0.95 x 0.25 = hasil (meter). Untuk mengetahui ukuran sirip

Untuk loading 6 lilit saja, inernya ambil tengah-tengah

Contoh : frekuensi pada 143.460 MHz

  1. 300 : 143.4 = 2.0920502 x 5/8 (0.625) x 0.95 = 1.24m ( 124cm )
  2. 300 : 143.4 = 2.0920502 x 0.95 x 0.75 = 1.49m ( 149cm )
  3. 300 : 143.4 = 2.0920502 x 0.95 x 0.25 = 0.49m ( 49cm )

Lilitan 6L

Untuk matchingkan antenna geser keatas dan kebawah untuk kumis atas sedangkan bawah diamkan saja sampai mendapatkan hasil 1.1 swr atau mendekati

By. ZJ 10 SHO  selamat mencoba semoga bermanfaat mohon maaf apabila ada tulisan yang kurang dimengerti.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: