Sudah Amankah Antena Radio Komunikasi Dari Petir ?

Musim penghujan adalah suatu musim yang mempunyai kisah-kisah tersendiri,sebut saja banjir,longsor,sering mati lampu bahkan sambaran petir sering terdengar terjadi akhir-akhir ini. Petir adalah salah satu gejala alam yang bisa di analogikan dengan kondensator alam,dengan dua lempengan. Yang pertama lempengan awan ( bisa kutub positif maupun kutub negatif ) dan yang kedua lempengan bumi ( Kutub Netral ). Kondensator adalah kapasitor merupakan salah satu komponen yang bisa menyimpan energi atau tegangan listrik sesaat. Maka bisa di simpulkan bahwa petir bisa terjadi akibat perbedaan potensial antara awan dengan awan,dan petir juga bisa terjadi akibat perbedaan antara awan dan bumi. Petir bagi para pengguna komunikasi khususnya yang menggunakan antena luar tentu menjadikan suatu kekhawatiran tersendiri,karena petir bisa saja menyambar acak atau random tanpa mengenal dataran tinggi maupun rendah baik didarat maupun di laut. Tergantung pergerakan potensial yang terjadi antara awan dan bumi.Dan tentunya petir lebih identik dengan musim penghujan.

Cara Menghindari Antena Komunikasi Radio Dari Sambaran Petir.

Cara yang umum dan sangat populer dijaman modern ini adalah menggunakan sistem pengaman rangkaian anti petir ( Penangkal Petir). Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang dipungsikan sebagai jalan petir menuju permukaan bumi ( Netral).

Bagian bagian utama penangkal petir :

  1. Batang penangkal petir. Batang Penangkal Petir umumnya terbuat dari tembaga dan ujungnya runcing ( Splitzer) .Batang ini disambungkan dengan kabel konduktor.
  2. Kabel konduktor ( kabel penghantar ). Kabel konduktor umumnya terbuat dari tembaga dengan diameter paling kecil disarankan 10 mm dan berguna untuk menyambungkan batang penangkal petir ke batang grounding. Panjang nya tergantung ketinggian rangkaian ini dari permukaan tanah dalam hal ini disimpan diatas tower antena atau tiang antena.
  3. Batang  Grounding Pembumian. Batang Grounding terbuat dari tembaga berlapis baja dengan diameter 2 cm dengan panjang 3 sampai 4 meter dan dimasukan ke tanah sampai 3 meter atau lebih tergantung nilai tahanan tanah ( kelembaban tanah).

Untuk pemasangan batang penangkal petir disimpan lebih tinggi atau terdekat  adalah 2,5 meter dari ujung antena. Ini guna menghindari tersambarnya antena kita dari sambaran petir.Penangkal petir ini lebih gampang dipasang pada antena yang menggunakan tiang triangle. Pemasangannya disarankan harus teliti dan rapi seperti menjauhkan antena radio dari ujung penangkal petir,menggunakan isolator dari instalasi petir dengan tower antena. Sumber Bacaan : Wikipedia Indonesia.  Web : www,antipetir.asia/

Sebagai Anggota RAPI Lokal 08 yang dengan kemampuan seadanya bersama rekan anggota yang lain memajukan Organisasi Lokal 08 Garut Selatan pada khususnya,dan Organisasi RAPI Nasional pada umumnya. Salam RAPI 51-55 bagi semua rekan rekan pembaca ,semoga tali silaturahmi makin terjalin erat antar sesama anggota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: