Sejarah Organisasi Rapi (Radio Antar Penduduk Indonesia).

Amerika adalah negara asal yang pertama kali melegalkan penggunaan Radio Komunikasi yaitu radio CB ( Citizen Band) sebagai alat komunikasi antar penduduk pada tahun 1958.

Rentang Frekuensi Komunikasi Radio Antar Penduduk (Citizen Band Radio) ini pada awalnya menggunakan band frekuensi 26.968 – 27.405 MHz.

Di Amerika pada waktu itu organisasi pengelolanya adalah Federal Communication Commission (FCC) yang bertugas mengendalikan dan membina serta membina para penggemarnya frekuensi tersebut.

 

Kemunculan Radio Komunikasi (CB) Di Indonesia.

Penduduk bumi Nusantara pun tak ketinggalan mulai menggemari frekuensi CB ini pada sekitar awal tahun 1970 an.

Pada awalnya penggunaan frekuensi menjamur dan tidak terkendali, hal biasa terjadi ketika ada teknologi baru yang datang ke Bumi Nusantara ini. Tentu saja pada awal nya kedatangan teknologi CB ini belum ada ketentuan atau peraturan dari pemerintah.

Baru pada tahun 1980 Kebijakan pemerintah melalui Menteri Perhubungan telah menetapkan SK MENHUB RI No. S1.11/HKn 501/Phb-80 tanggal 6 Oktober 1980 tentang perizinan penggunaan radio antar penduduk, yang pelaksanaannya diatur melalui SK Dirjen Postel No. 125/Dirjen/1980 yang menetapkan Keputusan tentang Pendirian dan Pengangkatan pengurus Pusat Organisasi Radio Antar Penduduk, tertanggal 10 November 1980.

Maka pada Tanggal 10 November 1980 dijadikan sebagai hari Lahirnya atau berdirinya Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia ( RAPI).

Untuk pelaksanaan keputusan diperlukan suatu organisasi yang bertugas membantu pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP).

Sesuai dengan namanya, anggota RAPI menggunakan perangkat radionya untuk berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat lainnya. Sebagai dasar verifikasi identitas pengguna perangkat radio digunakan call sign JZ (baca: Juliet Zulu) untuk semua anggotanya tanpa pembedaan hierarki atau tanpa perbedaan tingkatan.

Pada tanggal 31 Oktober 1980 Ditjen Postel menunjuk Team Formatur dengan surat No. 6356/OT.002/Disfrek/80, dengan tugass untuk membentuk Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia yang mempunyai kepentingan pengelolaan, pembinaan dan pengendalian komunikasi radio antar penduduk.

Periode 1980-1984

Pengurus RAPI Pusat dari tahun 1980-1984 benar-benar bekerja keras dalam mewujudkan terbentuknya kepengurusan tingkat provinsi/daerah. Sampai akhir tahun 1984, 26 daerah tingkat I telah terbentuk kepengurusan dengan jumlah anggota lebih dari 20.000 orang seluruh Indonesia.

Kemudian seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan organisasi, pada waktu musyawarah nasional pada tanggal 22 mei 2005 di ciawi bogor para pengurus mendapat tugas untuk membuat aspek legalitas dari Radio Antar Penduduk Indonesia ini menjadi lebih legal menurut hukum negara republik Indonesia.

Maka dengan dasar itulah pada tanggal 2 Agustus 2007 melalui akta Notaris Eduard Avianta SH.Sp.N nomor 1 tanggal 2 Agustus 2007 yang juga merupakan anggota dari Radio Antar Penduduk Indonesia dengan Callsign JZ09HOX ini mendaftarkan pengesahan akta nomor 1 tanggal 2 Agustus tersebut kepada Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk disahkan menjadi organisasi yang berbadan Hukum.

Pada tanggal 18 juni 2008 dengan surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-59.AH.01.06 tahun 2008 Radio Antar penduduk Indonesia ini resmi menjadi organisasi berbadan hukum yang berbentuk Perkumpulan yang berbadan hukum.

Dan juga telah diumumkan di dalam Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 45 tambahan Berita Negara nomor 62 yang merupakan satu syarat untuk organisasi berbadan hukum wajib untuk diumumkan di dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Sumber Bacaan :

  1. Rapi Nusantara Net.
  2. Wikipedia.
Sebagai Anggota RAPI Lokal 08 yang dengan kemampuan seadanya bersama rekan anggota yang lain memajukan Organisasi Lokal 08 Garut Selatan pada khususnya,dan Organisasi RAPI Nasional pada umumnya. Salam RAPI 51-55 bagi semua rekan rekan pembaca ,semoga tali silaturahmi makin terjalin erat antar sesama anggota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: