Jalur Jalan Raya Yang Harus di Waspadai Di Daerah Garut Selatan.

Kondisi Geografis daerah Jawa Barat bagian selatan pada umumnya sebagaimana yang kita ketahui adalah berlembah-lembah dan berbukit-bukit dan juga dilengkapi dengan gunung-gunung tinggi baik gunung yang masih aktif maupun yang pasif.

Kondisi seperti ini tak terkecuali juga untuk daerah Garut Selatan,daerah pegunungan yang memanjang dari daerah Pangalengan bandung dan bersambung dengan Gunung Papandayan Garut,disusul  lembah -lembah yang saling bersambung dari pesisir pantai selatan.

Gunung tertinggi di Kabupaten Garut yaitu Gunung Cikuray juga menjulang tinggi dan ditopang pegunungan yang memanjang ke selatan serta ke timur dan tentu saja hal ini menyebabkan kontur tanah yang tidak rata untuk daerah Garut ke bagian selatan.

Didaerah selatan Garut ini banyak sekali jalan-jalan raya penghubung yang menghubungkan Kecamatan-Kecamatan di Selatan Garut dengan Pusat Kota Kabupaten Garut.

Yang pertama Garut Cikajang Pamulihan Pakenjeng Bungbulang Rancabuaya dengan jarak maksimum kira-kira 96 Km dengan waktu tempuh menggunakan kendaraan bermotor kurang lebih tiga setengah jam.

Yang kedua Garut Cikajang Cisompet Pameungpeuk.dengan jarak maksimum sekitar 89 km dengan waktu tempuh kira-kira 2 jam 45 menit.

Yang ketiga Garut Cikajang Banjarwangi Singajaya Peundeuy ( Toblong)  dengan jarak sekitar 68 km dengan jarak tempuh sekitar 2 jam 30 menit.

Dengan kontur jalan yang berliku menelusuri perbukitan dan lembah,ketiga jalur ini merupakan jalur-jalur extrim yang ada di selatan nya Garut.

Jalur Garut Cikajang Pamulihan Pakenjeng Bungbulang Rancabuaya.

Untuk jalur Garut Cikajang Pamulihan Pakenjeng Bungbulang Rancabuaya banyak titik-titik rawan kecelakaan dan jalur yang harus diwaspadai dan yang harus lebih diperhatikan adalah titik rawan kecelakaan berada di Kecamatan Pamulihan yaitu Tanjakan Halimun atau Tanjakan Panganten.

 

Kondisi Turunan atau Tanjakan di Tanjakan Panganten Halimun Pamulihan Garut

Tanjakan atau turunan daerah ini banyak memakan korban jiwa.Bahkan mitos-mitos tentang tanjakan ini banyak beredar dimasyarakat,bahkan nama Tanjakan Panganten pun diambil karena banyaknya memakan korban jiwa diantaranya dari rombongan pengantin yang datang dari luar daerah.

 

Jalur Garut Cikajang Cisompet Pameungpeuk.

 

Untuk jalur ini merupakan jalur yang harus diwaspadai dengan mengingat kontur dan tektur tanah yang labil serta rawan longsor.Jalur Cikajang Pameunpeuk juga rawan kecelakan walaupun tidak sesering didaerah tanjakan Halimun atau tanjakan Panganten di jalur Bungbulang.
Dan kabar baiknya jalan ini tanjakan dan turunan tidak se ektrim jalur Bungbulang.Namun yang harus tetap diwaspadai adalah padatnya jalan raya disaat musim musim liburan dan banyak nya pemakai jalan dari pengunjung atau para wisatawan yang akan berlibur ke pantai selatan,

Dan di disaat saat liburan seperti itu banyak sekali kecelakaan yang timbul mengingat padatnya kendaraaan dan faktor kecerobohan pengguna jalan.

Jalur Garut Cikajang Banjarwangi Singajaya Peundeuy( Toblong).

 

Jalur yang satu ini berbeda dengan kedua jalur diatas,jalanan sempit adalah ciri khas yang bisa kita langsung di kenali ketika melewati jalan ini.Untuk kontur tanah rawan sekali longsor dan sekali longsor bisa berjam-jam menyebabkan lalu lintas macet

Jalan berliku dan turunan tajam visa kita jumpai didaerah ini namun tidak se ektrim jalur Bungbulang Garut.Namun yang patut diwaspadai adalah jalanan yang berkelok kelok dengan sempitnya jalan bisa menyebabkan kecelakaan,dan ketika berpapasan dengan mobil lain dijalur ini adalah harus berhenti dan menepi mencari jalan yang sedikit lebar.

Daerah Ciawitali sekitar 8 km dari  Cikajang adalah titik rawan kecelakaan dan memakan korban jiwa.Dan didaerah ini pula titik rawan longsor terbanyak di jalur ini.

 

Catatan tambahan.

 

Selain jalur diatas,jalur utama Garut Cikajang pun sering sekali terjadi kecelakaan,walaupun jalan lebar dan kontur jalan yang rata namun jalanan dijalur ini sangatlah padat,dan bisa menyebabkan kecelakaan lalu -lintas.

Daerah Muara Sanding Munjul Bayongbong Cisurupan Cidatar dan Papanggungan sering terjadi kecelakaan,Dititik titik ini kita harus lebih waspada atau extra hati-hati,namun juga jangan lupa keseluruhan kalau kita pengguna jalan raya tentu harus selalu konsentrasi dan waspada di jalan raya,patuhi aturan lalu-lintas dan bijak dalam berkendara.

Salam RAPI 51-55 semoga kita dalam lindungan Allah SWT. Amin.

 

Sebagai Anggota RAPI Lokal 08 yang dengan kemampuan seadanya bersama rekan anggota yang lain memajukan Organisasi Lokal 08 Garut Selatan pada khususnya,dan Organisasi RAPI Nasional pada umumnya. Salam RAPI 51-55 bagi semua rekan rekan pembaca ,semoga tali silaturahmi makin terjalin erat antar sesama anggota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: